↑ Return to Karya Cipta Seni

Print this Page

Tari Nyalawena (1993)


DASAR GAGASAN

Menurut para sepuh pantai selatan Cianjur, asal mulanya ada istilah “nyalawéna” yaitu dari kata salawé dalam arti bahasa sunda “dua puluh lima” kalimat nyalawéna di pergunakan untuk menandai sebuah peristiwa alam setiap akhir taun yang jatuh pada tgl 25 Desember dan seterusnya selalu datang di sepanjang pantai selatan Cianjur. Peristiwa alam tersebut berupa datangnya gerombolan ikan kecil (teri) yang oleh masyarakat di namakan impun dengan jumlah yang sangat besar sehingga membawa berkah pada seluruh masyarakat pantai selatan Cianjur mulai dari Cidaun, Sindang Barang sampai Agra Binta.

Ikan impun bukanlah ikan teri yang biasa dikenal akan tetapi dari berbagai jenis anak ikan tawar yang awalnya bermula dari telur. Telur tersebut berasal dari tempat muara sungai terus terbawa oleh arus derasnya air sungai sampai ke tepi laut sehingga penetasannya pun di laut, sesudah menetas kembali menuju sumber air tawar ikan impun itu berkelompok membentuk seperti gulungan. Oleh karena itu dalam proses penangkapan ikan impun (panen impun) masyarakat melakukan penangkapan di daerah tepi pantai dan muara sungai. Alat yang digunakan oleh masyarakat untuk melakukan penangkapan ikan impun diantaranya : getek, oncor, sirib, pancuran dan sebagainya. Sudah menjadi tradisi pada umumnya masyarakat pantai di Indonesia, setiap adanya peristiwa alam yang langka maka timbulah sebuah mitos (cerita rakyat). Dengan adanya hal tersebut timbulah sebuah kebudayaan baru yang hanya ada di tempat tersebut.

Seperti halnya di daerah pesisir pantai Selatan Cianjur setiap akan datangnya panen impun atau yang disebut “Nyalawéna” . Nyalawéna atau dalam bahasa Indonesia itu artinya 25 adalah tanggal awal datangnya panen impun meskipun dalam kenyataanya bahwa datangnya gerombolan ikan impun itu sebenarnya tidak bisa diperediksikan waktunya kapan, tapi menurut masyarakat setempat bila datang waktunya diawali dengan adanya gemuruh dan adanya ombak yang besar. Maka dalam setiap datangnya panen impun yang pertama dijadikan sebuah undangan pada masyarakat Cianjur selatan yang arealnya berada jauh dari pantai, dengan antusias dan ungkapan rasa kegembiraan serta beragamnya kebiasaan masyarakat. Mereka memburu pantai dan muara sungai ada yang hanya hobi dalam menangkap ikan impun tersebut, ada juga yang cuman mau ikannya saja, hal yang menarik dari adanya acara penangkapan ini suka di jadikan ajang pertemuan bagi para remaja yang akan menjalin sebuah ikatan cinta.

Peristiwa alam dan budaya masarakat tersebut merupakan hal yang sangat mnarik dan harus dilestarikan sebagai rasa turut bersyukur pada yang Maha Kuasa atas anugrahnya yang diberikan kepada masyarakat di sepanjang pantai selatan Cianjur. Untuk bentuk perwujudannya maka dibuatlah sebuah tarian yang di sebut tarian “nyalawéna “pada tahun 1991 yang di proklamirkan pada tahun 1993 yang simbolik di berikan kepada masyarakat Cidaun dan Sindang Barang pada tahun 2003 model out door atau helaran.

Tari Nyalawena telah dipergelarkan dalam berbagai event, di antaranya:

  • Kirab seni tradisi se-Jawa Barat, di Taman Budaya Jawa Barat tahun 2007

  • Pengisi acara Gelar Tradisi Banda Cianjur, tahun 2008

Tari nyalawena juga telah dijadikan sebuah karya tulis ilmiah (skripsi) oleh mahasiswa Jurusan Seni Tari, FPBS, Universitas Pendidikan Indonesia dengan judul “Perkembangan Tari Nyalawena di Kabuapten Cianjur.”

Permanent link to this article: http://perceka.dicianjur.com/profil/karya-cipta-seni/tari-nyalawena-1993

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>